hari ini sama seperti kemarin..... duduk beralaskan tikar kertas.... mukanya sendu penuh harapan... duduk berdua di iringi saut menyaut suara klakson adiknya tidur di pangkuan kakanya kakanya tersenyum sambil menunggu setitik harapan menunggu.... menunggu.... menunggu.... menunggu secarik kertas dan sebuah logam yang bernama uang... menunggu seorang yang berbaik hati untuk memberi... menunggu harapan yang mungkin tak kunjng datang... hari ini sama seperti kemarin.... duduk beralaskan tikar kertas... mukanya sendu penuh harapa... dik mungkin hari ini emang harinya kalian... dik apakah kalian selalu sepert ini... dik begitu kuat diri kalian...dikala teman sebaya kalian menikmati indahnya ilmu... namun dirimu dik tetap bertahan menuggu harapan yang tak pasti... dik apakah kalian sudah sholat? dik apakah kalian sudah makan? dik apakah kalian sudah pernah bermain? dik apakah kalian pernah merasakan kebahagiaan? dik apakah kalian punya orang tua? dik apakah kalian selalu seperti ini? dik apakah kalian seharusnya seperti ini? dik apakah kalian merasa tenang? dik apakah kalian punya cita-cita? dik,dik,dik,dik,dik hari ini sama seperti kemarin.... duduk beralaskan tikar kertas... mukanya sendu penuh harapa... malu diri ini ketika melihat mu berjuang... malu diri ini melihat kalian begitu saling peduli... malu diri ini selalu mengeluh... malu diri ini melihat kalian tetap bisa tersenyum... diri ini terus bertanya.... siapa yang sebenarnya bersalah? aku? dia? mereka? kalian? ingin memberi... namun itu semua tak memebantu... ingin menolong... namun tak berdaya... semangat dik
bagus!
BalasHapus